DINDING TAHAN API DENGAN BATA RINGAN

Dinding Tahan Api
Dinding tahan api dengan Bata Ringan

Dinding tahan api – Membangun rumah memerlukan persiapan yang cukup matang. Mulai dari pemilihan lokasi, hingga pembiayaan, semuanya harus direncanakan dan dilakukan dengan tepat. Salah satu aspek yang harus diperhatikan adalah keselamatan penghuni rumah. Tentu kita semua ingin membangun rumah yang tahan terhadap berbagai bencana, baik itu bencana alam, maupun yang timbul karena kesalahan sendiri.

Salah satu bencana yang sering terjadi akibat kelalaian penghuni rumah adalah kebakaran. Kebakaran dapat terjadi karena ada aliran arus pendek pada sistem kelistrikan rumah, yang mengakibatkan percikan api. Apabila tempat terjadi percikian api dekat dengan bahan yang mudah terbakar, maka api akan semakin besar. Salah satu akibat dari kebakaran yang tidak segera ditangani adalah melemahnya konstruksi dinding bangunan. Jika pelemahan konstruksi dinding ini berlanjut, material dinding akan rapuh, dan dinding bisa saja roboh karena rontok. Ketika dinding telah roboh, maka sangat kecil kemungkinan untuk menyelamatkan diri dan menyelamatkan harta-benda yang tersisa.

Dinding tahan api dengan Blesscon

Oleh karena itu, diperlukan suatu material dinding rumah yang tahan terhadap api. Tentu ktia tidak ingin kejadian ini terjadi, Jika kemudian penanganan kebakaran agak terlambat, bangunan tidak cepat roboh. Salah satu material tersebut adalah bata ringan. Bata ringan atau hebel adalah bata yang terbuat dari semen, pasir silika, alumunium pasta, dan bahan-bahan lainnya. Salah satu merk bata ringan terbaik adalah Blesscon.

Bata ringan AAC seperti Blesscon memiliki komposisi yang pas untuk menahan api dan diproduksi dengan teknologi terbaik sehingga daya hantar panasnya sangat kecil dan rata. Karakter tahan terhadap panas dibawa oleh salah satu bahan baku bata ringan, yaitu pasir silika. Pasir silika (SiO2) memiliki konduktivitas termal yang kecil, yang artinya dari sejumlah panas yang diterima, maka yang akan disalurkan hanya sebagian kecil saja. Ditambah dengan bahan-bahan lainnya, bata ringan mampu menjaga kekuatannya selama kebakaran terjadi.

Bukan teori

Tentu bukan hanya teori belaka. Melihat hasil penelitian dan pengujian dalam skala lab, bata ringan Blesscon mampu bertahan ketika dibakar pada suhu 1000o dengan waktu hingga 170 menit (hampir 3 jam). Sementara bata konvensional hanya mampu bertahan hingga 90 menit (1.5 jam) dalam suhu tersebut sebelum akhirnya menjadi rapuh dan rontok (Aventi, 2016). Penelitian lain bahkan menyebutkan bahwa dinding tahan api dari bata ringan dapat bertahan sampai 7 jam jika terjadi kebakaran (Jain, 2018). Bata konvensional hanya dapat menahan dalam waktu yang singkat karena dalam pembuatannya menggunakan bahan baku hanya berupa tanah liat, yang didalamnya juga terkandung silika. Namun bata merah tidak dapat menahan laju deformasi yang terjadi, sehingga api dapat saja menyebar dan merambat ke ruangan lainnya.

Demikian penjelasan mengenai bata ringan dan kegunaannya dalam membuat rumah dengan dinding tahan api. Yuk, cerdas memilih material bangunan untuk hunian kita.

Sumber:
Aventi. 2016. Comparison Between Fire Resistance Lightweight Brick And Fire Resistance Red Brick
https://tiikm.com/publication/doi/icoaf.2016.2103.pdf

Jain, Utkarsh, et al. 2018. Comparative Study of AAC Blocks and Clay Brick and Costing.
https://www.ijresm.com/Vol_1_2018/Vol1_Iss9_September18/IJRESM_19_129.pdf

Baca artikel lainnya:

Blesscon untuk Program Sejuta Rumah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *